Home Ruang Inspirasi Dr. Didi Junaedi, M.A. : ULUL ALBAB

Dr. Didi Junaedi, M.A. : ULUL ALBAB

Oleh : Dr. Didi Junaedi, M.A.
(Dosen Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir IAIN Syekh Nurjati Cirebon)

‎“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih ‎bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang ‎yang berakal. (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri ‎atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan ‎tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan Kami, ‎Tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha suci Engkau, ‎Maka peliharalah Kami dari siksa neraka.” (Q.S. Ali Imran : 190-191)‎

Bumi yang terhampar, langit yang terbentang, siang dan malam yang ‎datang silih berganti merupakan tanda kekuasaan Allah Swt. yang begitu ‎nyata bagi mereka yang berakal.‎

Setiap peristiwa kehidupan yang kita alami dan rasakan, selalu ‎menyimpan pelajaran berharga untuk kehidupan kita selanjutnya. Setiap ‎episode kehidupan yang kita lalui selalu menyisakan hikmah tak ternilai di ‎kemudian hari. Tidak ada yang sia-sia dalam hidup ini. ‎

Pengalaman pahit serta kegetiran hidup yang kita alami dan rasakan, ‎akan menjadi tempaan untuk kedewasaan kita di masa yang akan datang. ‎Kegagalan dan kekecewaan yang kita rasakan akan menjadi batu loncatan ‎untuk melesatkan kualitas diri kita di masa depan. Kesemua pelajaran ‎berharga dan tak ternilai itu hanya bisa kita dapatkan ketika kita mau melihat ‎dengan pandangan jauh ke depan, bukan dengan pikiran sempit dan picik ‎yang hanya melihat suatu peristiwa dari sudut pandang negatif.‎

Di sisi lain, kesuksesan yang saat ini kita raih, kemudahan hidup yang ‎sekarang kita dapatkan, popularitas yang tengah kita nikmati, bisa menjadi ‎batu sandungan yang akan menggelincirkan kehidupan kita di masa yang ‎akan datang. Hal ini bisa terjadi, jika kita tidak berpikir jauh ke depan, lalai ‎dan hanya terpaku pada kondisi saat ini yang bersifat sementara.‎

Sekali lagi, tidak ada yang sia-sia dalam hidup ini. Apa yang kita ‎anggap buruk dan tidak bernilai, sangat mungkin adalah hal paling berharga ‎yang akan kita nikmati kelak di kemudian hari. Sedangkan apa yang kita ‎anggap baik dan berharga saat ini, bisa jadi justru berakibat buruk bagi kita ‎untuk masa depan kita.‎

Agama mengajarkan kepada umatnya untuk selalu berpikir positif ‎‎(husnuzhan), baik kepada sesama, lebih-lebih kepada Tuhan. Hanya mereka ‎yang selalu berpikir positiflah yang akan merasakan betapa hidup ini indah. ‎Hanya mereka yang bersikap optimislah yang akan dapat menikmati setiap ‎episode kehidupan yang dijalani.‎

Tuhan sesuai persangkaan hamba-Nya kepada-Nya. Jika seorang ‎hamba selalu mengingat Tuhan (berpikir positif tentang Tuhan) di dalam ‎dirinya, maka Tuhan pun akan mengingatnya dalam diri-Nya. Demikian ‎dinyatakan dalam sebuah Hadis Qudsi. ‎

Orang yang selalu berpikir positif akan menyadari sepenuh hati bahwa ‎tidak ada satu hal pun yang sia-sia di dunia ini. Setiap peristiwa, kejadian, ‎serta pengalaman baik yang menyenangkan atau menyedihkan, ‎membahagiakan atau mengecewakan, semuanya mengandung pesan, ‎pelajaran serta hikmah untuk kita semua.‎

Menyadari serta meyakini bahwa tidak ada satu pun yang tercipta dan ‎terjadi di dunia ini sia-sia adalah ciri ulul albab, yaitu sosok manusia dengan ‎kadar dan kualitas intelektual plus spiritual yang tinggi. Mereka ini adalah ‎orang-orang yang selalu menyinergikan antara pikir dan dzikir. Mereka adalah ‎manusia-manusia pilihan, yang cerdas otak dan hatinya. Mereka adalah sosok ‎hamba-hamba Tuhan yang memiliki otak cemerlang dan hati yang jernih. Bagi ‎mereka, seluruh jagat raya dan seisinya adalah hamparan pelajaran penting ‎yang diberikan Tuhan untuk terus digali dan dikaji dengan rasionalitas dan ‎spiritualitas.‎

Pada akhirnya, hasil dari olah pikir dan dzikirnya mengantarkan ‎mereka pada sebuah pernyataan yang sangat indah: “Ya Rabb Kami, Tiadalah ‎Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha suci Engkau, Maka peliharalah ‎Kami dari siksa neraka.” ‎

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Must Read

Program Sedekah PGSD Universitas Pelita Bangsa

  Harcik : Bulan Ramadhan adalah bulan penuh berkah. Pahala kebaikan kita akan dilipatgandakan oleh Allah Ta'ala. Banyak cara untuk melipatgandaan pahala, salah satunya dengan...

Pandemi Belum Berakhir, Bagaimana Keberlanjutan Perguruan Tinggi Swasta?

Pandemi Belum Berakhir, Bagaimana Keberlanjutan Perguruan Tinggi Swasta? Sumber Kompas.com Oleh: Frangky Selamat | Dosen Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi & Bisnis, Universitas Tarumanagara KOMPAS.com - Pandemi telah...

Universitas Pelita Bangsa, LPM dan doctor share Peduli Kesehatan Warga Yang Terdampak Banjir

Pelitabangsa.ac.id, Kedungwaringin – Memasuki tahun 2021 intensitas curah hujan tinggi, Hingga menyebabkan Sungai Citarum meluap, sehingga menimbulkan bencana banjir lantaran hujan deras yang tak...

Banjir Brebes Antara Duka Dan Ceria Anak Anak

  Brebes, 17.02.2021, Rabu Ceria bagi anak anak brebes, pasalnya dari selasa malam sampai pagi ini pukul 10.22 sejumlah desa di kecamatan Brebes, Jawa Tengah...

Pelatihan Aplikasi Google Classroom Sebagai Upaya Peningkatan Pembelajaran Online

Dampak pandemi covid -19 telah merubah gaya dalam stategi kehidupan, perubahan ini menyebabkan terjadinya pengurangan aktifitas dalam segala hal, Pemerintah pun ahirnya mengeluarkan berbagai kebijakan...