Home Ruang Inspirasi Rahmat-Nya Memadamkan Murka-Nya

Rahmat-Nya Memadamkan Murka-Nya

 

Rahmat-Nya Memadamkan Murka-Nya

Oleh : Dr. Didi Junaedi, M.A.
(Dosen Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir IAIN Syekh Nurjati Cirebon)

‎…dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu…”” (Q.S. Al-A’raf : 156)‎

Ahmad Ibn Musthafa Al-Maraghi dalam tafsirnya, Al-Maraghi, ketika ‎menafsirkan rangkaian ayat tersebut menjelaskan bahwa sudah menjadi ‎ketetapan Allah bahwa rahmat-Nya mendahului murka-Nya. ‎

Lebih lanjut ia menegaskan, bahwa dari redaksi ayat tersebut diketahui ‎bahwa siksa Allah ditujukan khusus bagi hamba-hamba-Nya yang kafir, yang ‎berbuat dosa dan maksiat. Sedangkan rahmat-Nya ditujukan secara umum ‎kepada siapa saja makhluk-Nya yang ada di muka bumi ini. Kalaulah bukan ‎karena rahmat Allah yang sangat luas kepada setiap makhluk-Nya, sungguh ‎hancur dan musnahlah umat manusia yang kafir, pelaku kejahatan, pendosa, ‎serta ahli maksiat. Demikian penjelasan Al-Maraghi tentang ayat tersebut.‎

Dalam salah satu sabdanya, yang diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a., ‎Rasulullah Saw pernah menyatakan, “Tatkala Allah menciptakan seluruh ‎makhluk, Allah tuliskan di dalam kitab-Nya, yang kitab itu berada di sisi-Nya di ‎atas Arsy, yang isinya adalah: Sesungguhnya rahmat-Ku mengalahkan ‎kemurkaan-Ku.” (HR. Bukhari-Muslim)‎

Bukti kasih sayang Allah kepada seluruh makhluk-Nya ini dapat kita ‎jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Allah tidak hanya memberi rezeki kepada ‎mereka yang patuh dan taat pada perintah-Nya serta menjauhi segala ‎larangan-Nya saja, tetapi kepada para pendosa, orang-orang yang tidak ‎memenuhi perintah-Nya, dan selalu akrab dengan larangan-Nya pun diberi ‎rezeki oleh-Nya.‎

Di antara sembilan puluh sembilan nama Allah yang terhimpun dalam ‎al-asma al-husna, ada satu nama Allah yang mampu menghadirkan ‎kedamaian, kesejukan dan ketenteraman bagi seluruh umat manusia bahkan ‎seluruh alam semesta. Dialah Ar-Rahman.‎

Dengan nama serta sifat Rahman inilah Allah curahkan rahmat serta ‎kasih sayang-Nya kepada hamba-hamba-Nya, kepada seluruh makhluk-Nya. ‎Melalui sifat Rahman ini pula Allah Swt. memberikan kesempatan kepada ‎seluruh hamba-Nya untuk kembali ke jalan-Nya, setelah sebelumnya ‎bergelimang dosa dan kemaksiatan.‎

Selain Maha Rahman dan Rahim, Allah juga Maha Ghofur, Maha ‎Pengampun. Dalam sejumlah ayat-Nya, Allah menyatakan bahwa sebesar apa ‎pun dosa-dosa manusia, selain dosa syirik (menyekutukan-Nya dengan yang ‎lain) Allah akan senantiasa membukakan pintu taubat dan ampunan. Allah ‎sangat senang dengan hamba-hamba-Nya yang mau kembali meniti jalan-‎Nya.‎

Pintu hidayah dan ampunan selalu terbuka bagi siapa saja yang ‎berusaha untuk memasukinya. Allah sangat senang melihat hamba-Nya yang ‎telah pergi jauh dari-Nya kemudian kembali kepada-Nya, layaknya seorang ‎anak yang telah pergi merantau bertahun-tahun dan jauh dari orang tua, ‎kemudian pulang kampung kembali ke pangkuan orang tuanya. ‎

‎“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertobat dan ‎menyukai orang-orang yang menyucikan diri.” (Q.S. Al-Baqarah: 222)‎

‎“Setiap anak Adam (manusia) pasti sering berbuat kesalahan. Dan ‎sebaik-baik orang yang berbuat kesalahan adalah yang mau bertobat”, ‎demikian salah satu sabda Nabi Saw menegaskan.‎

Beberapa dalil dari Al-Qur’an dan hadis tersebut menunjukkan betapa ‎besar cinta Allah kepada hamba-Nya. Bahkan cinta Allah kepada hamba-Nya ‎melebihi cinta orang tua kepada anaknya.‎

Diriwayatkan dari Umar bin Al Khaththab RA, suatu ketika ‎didatangkanlah para tawanan perang kepada Rasulullah SAW. Maka di antara ‎tawanan itu terdapat seorang wanita yang susunya siap mengucur berjalan ‎tergesa-gesa– sehingga ia menemukan seorang anak kecil dalam kelompok ‎tawanan itu– ia segera menggendong, dan menyusuinya. Lalu Nabi ‎Muhammad SAW bersabda: Akankah kalian melihat ibu ini melemparkan ‎anaknya ke dalam api? Kami menjawab: Tidak, dan ia mampu untuk tidak ‎melemparkannya. Lalu Nabi bersabda: Sesungguhnya Allah lebih sayang ‎kepada hamba-Nya, melebihi sayangnya ibu ini kepada anaknya” (HR. Al ‎Bukhari dan Muslim)‎

Sungguh, berbahagialah kita memiliki Tuhan yang begitu cinta kepada ‎hamba-Nya, Tuhan yang selalu mencurahkan kasih sayang-Nya kepada setiap ‎makhluk-Nya tanpa pamrih, tak bertepi dan tak berkesudahan, yang Rahmat-‎Nya memadamkan murka-Nya.‎

* Ruang Inspirasi, Rabu, 29 Juli 2020.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Must Read

Kepedulian UPB Memperbaiki Ruas Jalan Yang Rusak di Tegal Danas

HARCIK :  Kerusakan ruas jalan arah kalimalang tepatnya depan kampus universitas pelita bangsa di desa tegal danas yang mengakibatnya terjadinya antrian kendaraan yang melwati...

Brebes Kaya Budaya, Jalawastu Mendunia

Brebes, 11 Januari 2020, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM STAI Brebes), mengadakan kegiatan Gerakan Literasi bersinergi dengan Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Agama...

Semangat Generasi Muda Brebes Dalam Tahun Baru 2021uda Brebes Dalam Tahun Baru 2021

Brebes, 5 Januari 2020, Mahasiswa - Mahasiswi brebes dari berbagai kampus tersebar di 17 kecamatan yang tergabung dalam Rumah Peradaban Brebes, Shafa Brebes, Penerima...

Guru Besar Dan Dosen Putera Puteri Brebes Peduli Banjir

  Brebes, 05.12.2020, Forum Guru Besar Dan Dosen Putera Puteri Brebes / Yayasan Rumah Cinta Brebes Peduli Kampung Halaman. Akibat hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi...

2 Team Mahasiswa UPB Memenangkan Kompetisi Teknologi IoT

  https://youtu.be/kbD3eGLFt8Q Harcik Media : Universitas Pelita Bangsa, mengutus 2 Team dalam ajang kompetisi penerapan teknologi IoT, 2 TEAM MAHASISWA TI BERHASIL MEMENANGKAN KOMPETISI IoT yg...