Home Strategy Pendidikan Ada Kabar Gembira dari Nadiem untuk Mahasiswa, Simak

Ada Kabar Gembira dari Nadiem untuk Mahasiswa, Simak

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Nadiem Makarim. (Foto: Net)

Sunber : JABARNEWS | JAKARTA – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Nadiem Makarim terus berupaya memberikan dukungan kepada mahasiswa agar tetap bisa kuliah dengan baik di masa pandemi Coronavirus Disease (COVID-19).

Nadiem menerbitkan, peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 25 Tahun 2020, Kemendikbud memberikan berbagai skema dukungan bagi mahasiswa perguruan tinggi negeri (PTN) terdampak pandemi.

“Bagi mahasiswa yang menghadapi kendala finansial selama pandemi COVID-19 dapat mengajukan keringanan UKT kepada perguruan tinggi. Kemendikbud mengapresiasi kesepakatan Majelis Rektor PTN yang telah bergerak bersama, bergotong royong meringankan beban adik-adik mahasiswa,” kata Nadiem, Jumat, (3/7/2020).

Nadiem melanjutkan, pemimpin perguruan tinggi dapat memberikan keringanan UKT dan/atau memberlakukan UKT baru terhadap mahasiswa terdampak pandemi.

Selain itu, kata Nadiem, mahasiswa tidak wajib membayar UKT jika sedang cuti kuliah atau tidak mengambil SKS sama sekali, misalnya sedang menunggu kelulusan.

Kemudian, lanjut Nadiem, mahasiswa di masa akhir kuliah dapat membayar paling tinggi 50% UKT jika mengambil ≤6 sks. Hal ini berlaku bagi semester 9 bagi mahasiswa program sarjana dan sarjana terapan (S-1, D-4) dan semester 7 bagi mahasiswa program diploma tiga (D-3).

“Ini merupakan bukti bahwa kita mendengar dan berupaya mengurangi beban mahasiswa yang terdampak krisis COVID-19 ini. Kerangka regulasi ini kita berikan agar semua perguruan tinggi negeri bisa segera melakukan keringanan UKT untuk membantu mahasiswanya yang terdampak,” tutur Nadiem.

Kemendikbud juga memberikan bantuan UKT atau biaya perkuliahan kepada 410 ribu mahasiswa 3, 5 dan 7 kepada PTN dan PTS dengan menggunakan anggaran Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah pada Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan.

“Mulai hari ini kuota masing-masing perguruan tinggi sudah dibagikan. Bantuan ini akan diberikan dengan proporsi 60% dialokasikan ke perguruan tinggi swasta, dan 40% dialokasikan ke PTN,” jelas Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendikbud Ainun Na”im.

Untuk itu, Sekjen Kemendikbud mengimbau PTN dan PTS segera melakukan pendataan terhadap mahasiswa yang membutuhkan bantuan UKT ini. Kemudian mengusulkan kepada Kemendikbud agar mahasiswa tersebut dapat memperoleh kepastian pembayaran UKT pada semester gasal tahun ini.

Lebih lanjut, Ainun menjelaskan bahwa program KIP Kuliah tetap akan diberikan kepada 200 ribu mahasiswa baru tahun 2019. Sedangkan mahasiswa Bidikmisi on going tetap akan dijamin pembiayaannya oleh pemerintah sampai selesai studinya. Demikian juga alokasi anggaran untuk Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) untuk Papua dan Papua Barat.

Adapun syarat penerima bantuan UKT (SPP), di antaranya adalah 1) Mahasiswa yang orangtua/penanggung biaya kuliah mengalami kendala finansial karena terdampak pandemi COVID-19 dan tidak sanggup membayar UKT/SPP semester gasal tahun akademik 2020/2021; 2) Mahasiswa yang tidak sedang dibiayai oleh Program Bidikmisi atau program beasiswa lainnya yang membiayai UKT/SPP baik secara penuh atau sebagian; dan 3) Mahasiswa yang sedang menjalani perkuliahan di semester 3, 5 dan 7.

“Mahasiswa ini akan memperoleh bantuan UKT atau SPP sebesar 2,4 juta selama satu semester pada semester gasal tahun 2020 ini,” tutur Ainun.

Tahapan yang harus segera dilakukan perguruan tinggi, lanjut Ainun, yang pertama, PTN dan PTS segera mengumumkan kepada seluruh mahasiswa agar mahasiswa yang memenuhi syarat dapat mengajukan bantuan biaya UKT (SPP). Kemudian, PTN dan PTS melakukan seleksi dan verifikasi sesuai syarat penerima Dana Bantuan UKT.

“Selanjutnya, PTN dan PTS mengajukan usulan calon penerima dana bantuan UKT (SPP) mahasiswa ke sistem KIP Kuliah pada laman https://kip-kuliah.kemdikbud.go.id,” pungkas Sekjen Kemendikbud. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Must Read

Fakultas Teknik Universitas Pelita Bangsa Serahkan Bantuan Hand Sanitizer

Harcik : Program Studi Teknik Lingkungan Dibawah Fakultas Teknik Universtias Pelita Bangsa, melakukan sosialisasi dan donasi bantuan hand sanitizer kepada Puskemas Desa Sukamahi...

Memaknai Tahun Baru Islam 1442 H.

Memaknai Tahun Baru Islam 1442 H. Oleh: Dr. Didi Junaedi, M.A. (Dosen Jurusan Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir IAIN Syekh Nurjati Cirebon) Alhamdulillah, hari ini kita memasuki tahun...

NEGARA PANCASILA Sebagai Darul Ahdi Wa Syahadah

Oleh : HMS Wibowo Istilah Negara Pancasila sebagai Darul Ahdi Wa Syahadah , untuk pertama kalinya diperkenalkan dan disosialisasikan oleh Muhammadiyah dalam Muktamar ke 47...

Guru Besar Dan Dosen Putera Puteri Brebes Tahun Ini Berkurban 5 Sapi Dan 13 Kambing di Kampung Halaman

  Brebes, 5 Agustus 2020, masih di bulan zulhijah, Hari Raya Idul Adha 10 Zulhijah 1441 Hijriah jatuh pada Jumat (31/7/2020)., Forum Guru Besar dan...

2 Ledakan Guncang Ibu Kota Lebanon, 73 Orang Tewas dan Ribuan Terluka

Penulis Ardi Priyatno Utomo | Editor Ardi Priyatno Utomo Sumber : KOMPAS.com. BEIRUT, KOMPAS.com - Sebanyak 73 orang tewas dan ribuan lainnya terluka ketika dua ledakan...